MAKALAH
Ilmu Pengetahuan Alam
“Indra Mata”
Kata Pengantar
Alhamdulillahirobil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT
yang telah melimpahkan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah “ Indra Mata” ini. Makalah ini tidak akan selesai tanpa adanya kerja sama
antar anggota kelompok.
Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan pada junjungan
Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman kegelapan
menuju jalan yang terang benderang yakni agama Islam.
Kami menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Untuk itu, kritik dan saran sangat kami butuhkan.
Alat Indra “Mata”
Ø Pengertian Alat Indra
Alat indra adalah alat-alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indra manusia sering disebut panca indra, karena terdiri dari lima indra yaitu indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indra pengecap (lidah) dan indra peraba (kulit).
Alat indra adalah alat-alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indra manusia sering disebut panca indra, karena terdiri dari lima indra yaitu indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indra pengecap (lidah) dan indra peraba (kulit).
Ø Pengertian Mata
Mata adalah salah
satu organ tubuh
manusia yang sangat penting. Mata merupakan salah satu
panca indera manusia. Mata merupakan indera untuk penglihatan. Tanpa mata, kita
tidak dapat melihat benda-benda yang ada di dunia ini. Mata bisa melihat
apabila ada cahaya. Dalam gelap mata tidak dapat melihat, karena tidak ada cahaya
yang masuk ke dalam mata.
Ø Pelindung Mata
Mata merupakan salah satu
indera yang tak ternilai harganya. Mata terdiri atas bola mata yang terdapat di
dalam lekuk mata. Dinamakan bola mata karena bentuknya memang seperti bola.
Dalam bola mata terdiri atas bagian-bagian penting dalam penglihatan.
Mata tidak boleh kemasukan
debu atau benda apa saja. Juga tidak boleh kena sinar yang menyilaukan. Oleh
karena itu, mata dilindungi dari hal-hal yang mengganggu :
- Gerak reflek
- Letak bola mata dalam sebuah lekuk diantara dahi dan
tulang pipi, sehingga cukup terlindung
- Kelopak mata menghasilkan air mata oleh kelenjar air
mata. Air mata digunakan untuk membasahi kornea. Bulu-bulu mata gunanya
untuk mengurangi cahaya yang masuk
- Alis mata, di atas mata terdapat alis mata yang gunanya
untuk menghindarkan masuknya keringat.
Ø Bagian-bagian Mata
Organ mata dapat dibedakan
menjadi dua bagian yaitu organ mata bagian luar dan organ mata bagian dalam.
Organ bagian luar pada umumnya berfungsi untuk melindungi organ mata bagian
dalam. Sedangkan organ mata bagian dalam berfungsi untuk menerima cahaya yang
masuk kemudian meneruskannya ke otak.
I.
Organ Mata Bagian Luar
Yaitu organ mata yang letaknya diluar bola
mata yaitu seperti kelopak mata, alis mata dan bulu mata. Kelopak mata berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata. Alis mata berfungsi untuk menahan
keringat dan air hujan masuk ke dalam bola mata, selain itu alis mata juga
berguna untuk mempercantik dan memperindah organ mata. Bulu mata berfungsi untuk menyaring cahaya yang masuk serta
melindungi mata dari benda-benda asing.
II.
Organ Mata Bagian Dalam
Organ mata bagian dalam adalah organ-organ
yang membentuk bola mata. Adapun organ mata bagian dalam sebagai berikut :
- Kornea mata (selaput bening), berfungsi untuk menerima cahaya
dari sumber cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam dan
berakhir di retina. Sifatnya tidak berwarna (bening) dan tidak punya
pembuluh darah. Bila terjadi kerusakan maka dapat menyebabkan kebutaan.
- Iris (selaput pelangi), terletak di
tengah-tengah bola mata, dibelakang kornea. Warna iris dipengaruhi oleh
jenis ras atau bangsa.
- Pupil (anak mata), berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk. Dengan demikian cahaya tidak terlalu banyak (menyilaukan) atau terlalu sedikit (redup). Fungsi anak mata atau pupil sama dengan fungsi diafragma pada alat potret (kamera). Sifatnya jika cahaya teralalu banyak, pupil akan mengecil. Tapi apabila cahaya terlalu sedikit, pupil akan membesar. Pupil adalah celah bulat yang ada di tengah-tengah iris.
- Lensa mata, berfungsi untuk memfokuskan dan meneruskan cahaya
yang masuk ke mata agar jatuh tepat pada retina (selaput jala).
Dengan demikian, mata dapat melihat dengan jelas. Selain itu lensa juga
punya fungsi untuk mencembung dan memipih untuk memfokuskan jatuhnya
cahaya. Letak lensa ini terletak di tengah-tengah bola mata, yaitu di
belakang anak mata (pupil) dan selaput pelangi. Sifatnya bila kita
mengamati benda letaknya dekat, maka mata berakomodasi dengan kuat.
Akibatnya, lensa mata menjadi lebih cembung, dan bayangan dapat jatuh
tepat di retina. Namun sebalinya apabila kita mengamati benda yang
letaknya jauh, maka mata tidak berakomodasi. Akibatnya, lensa mata
berbentuk pipih. Kemampuan lensa mata untuk mengubah kecembungannya ini
disebut daya akomodasi.
- Badan bening, fungsinya untuk meneruskan
cahaya yang telah melewati lensa. Cahaya itu selanjutnya disampaikan ke
selaput jala. Letak badan bening adalah di belakang lensa, bentuknya
seperti agar-agar.
- Retina (selaput jala), adalah bagian yang paling peka terhadap cahaya.
Khususnya bitik kuning. Retina berfungsi menangkap dan meneruskan cahaya
dari lensa ke saraf mata. Di dalam selaput jala terdapat ujung-ujung saraf
penerima, letaknya merupakan selaput yang terletak paling belakang.
- Saraf mata, atau saraf optik ini berfungsi untuk meneruskan
rangsang cahaya ke otak. Informasi-informasi yang dibawa oleh saraf
nantinya akan diproses di otak. Dengan demikian kita dapat melihat suatu
benda.
Ø Cara Kerja Mata
Sungguh bahagianya kita
karena dianugerahi mata oleh Allah SWT. Kita seharusnya bersyukur kepada-Nya
karena anugerah yang terindah ini. Dengan mata yang sehat, kita dapat melihat
semua pemandangan. Oleh sebab itu kita harus menjaga mata kita dan merawatnya
dengan sebaik-baiknya.
Cara kerja mata yaitu :
Jika suatu benda terkena
cahaya, benda akan memantulkan berkas-berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya
tersebut masuk melalui pupil yang masuk ke lensa mata serta bagian-bagian
lainnya menuju ke retina. Pada mata yang normal, bayangan benda akan jatuh
tepat di bintik kuning pada retina. Rangsangan cahaya yang diterima oleh retina
tersebut selanjutnya akan diteruskan oleh urat saraf penglihatan ke pusat
penglihatan di otak untuk diinterpretasikan atau diterjemahkan. Akhirnya, kita
dapat melihat benda tersebut.
Mata normal (emetrop) merupakan mata yang dapat memfokuskan cahaya yang masuk tepat pada bintik kuning. Mata normal dapat melihat benda yang jauh maupun yang dekat.
Mata normal (emetrop) merupakan mata yang dapat memfokuskan cahaya yang masuk tepat pada bintik kuning. Mata normal dapat melihat benda yang jauh maupun yang dekat.
Jarak benda terjauh yang masih dapat dilihat
dengan jelas oleh mata disebut titik jauh. Jarak benda terdekat yang
masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata disebut titik dekat. Titik dekat
pada anak-anak umumnya masih dekat. Makin tua titik dekatnya umumnya makin
jauh.
Ø Penyakit atau Gangguan pada Mata
1.
Miopi (Rabun Jauh),
yaitu ketidakmampuan mata kita untuk melihat benda yang jauh dengan jelas.
Kelainan ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa minus (lensa
cekung).
2.
Hipermetropi (Rabun Dekat),
yaitu ketidakmampuan mata kita untuk melihat benda yang dekat dengan jelas.
Kelainan ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa plus (lensa
cembung).
3.
Presbiopi (Mata Tua),
yaitu ketidakmampuan mata kita untuk melihat benda yang dekat dan jauh dengan
jelas. Kelainan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa
ganda, yaitu minus dan plus.
4.
Mata Merah,
yaitu terjadi karena kemasukan benda asing, sehingga mata akan terasa gatal dan
perih. Mata merah yang tidak segera diobati dapat mengakibatkan menumpuknya
kotoran di sudut mata.
5.
Mata juling,
kelainan mata akibat otot penggerak mata kanan dan kiri yang tidak serasi dapat
menyebabkan mata juling. Mata juling dapat diperbaiki dengan cara operasi.
6.
Rabun senja
adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A.
Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.
7.
Buta warna
adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta
warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat
dilihat hanyalah warna hitam,abu-abu,
dan putih .
Sedangkan jika tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna
parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika
seseorang buta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum
tentu menderita buta warna.
8.
Konjungtivitis, Merupakan penyakit mata
akibat iritasi atau peradangan akibat infeksi di bagian selaput yang melapisi
mata. Gejalanya mata memerah, berarir, terasa nyeri, gatal, penglihatan kabur,
dan keluar kotoran. Penyakit ini mudah menular dan bisa berlangsung
berbulan-bulan. Beberapa faktor menjadi penyebabnya, seperti infeksi virus atau
bakteri, alergi (debu, serbuk, angin, bulu atau asap), pemakaian lensa kontak
dalam jangka waktu panjang dan kurang bersih.
Bayi pun bisa mengalami
sakit mata, hanya penyebabnya berbeda yaitu karena infeksi ketika melewati
jalan lahir. Pada bayi, penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal dan
umumnya mata bayi baru lahir akan ditetesi obat mata atau salep antibiotika
untuk mematikan bakteri penyebabnya. Jika Anda atau keluarga mengalami penyakit
ini, lakukan penanganannya dengan cara berikut: Kompres mata dengan air hangat
Gunakan obat tetes mata atau salep antibiotika seseui resep dokter. Bersihkan
tangan sebelum mengoleskan salep agar iritasi tidak tambah parah. Cegah
penularan penyakit ke orang lain dengan memisahkan alat-alat yang digunakan
oleh Anda dan orang-orang.
9.
Astigmatisme atau mata
silindris, adalah gangguan mata yang disebabkan oleh ukuran lensa
mata atau kornea tidak rata. Penderita gangguan ini tidak mampu melihat garis
vertikal dan horisontal. Gangguan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan
kaca mata berlensa silindris.
10.
Katarak,
yaitu terdapatnya lapisan putih yang sesungguhnya lapisan itu adalah lensa yang
menjadi buram. Biasanya katarak menyerang orang lanjut usia. Katarak dapat
disembuhkan dengan operasi pengangkatan lensa yang buram dan menggantinya
dengan lensa buatan.
11.
Blefaritis, Peradangan yang terjadi
pada kelopak mata akibat produksi minyak berlebihan dan berasal dari lapisan
mata. Memiliki gejala berupa mata merah, panas, nyeri, gatal, berarti, terdapat
luka di bagian kelopak mata dan membengkak, bahkan rontoknya bulu mata.
Blefaritis terbagi dua jenis, yaitu blefaritis anterior (peradangan mata bagian
luap depan yaitu di melekatnya bulu mata, disebabkan bakteri stafilokukus). Dan
blefaritis posterior (peradangan di kelopak mata bagian dalam, bagian kelopak
mata dan bersentuhan dengan mata, disebabkan adanya kelainan pada kelenjar
minyak).
Penanganan:
Rajin membersihkan sekitar
kelopak mata untuk menghilangkan kelebihan minyak dengan menggunakan pembersih
khusus. Salep antibiotika untuk membunuh bakteri.
12.
Dakrosistitis, Penyakit mata yang
disebabkan penyumbatan pada duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air
mata ke hidung). Penyumbatan disebabkan alergi sehingga menyebabkan infeksi di
sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah dan bengkak, bisa
mengeluarkan nanah dan mengalami demam.
Penanganan:
Pemberian antiobiotika oral
atau melalui pembuluh darah. Pengompresan dengan air hangat di sekitar kantung
air mata. Pembedahan perlu dilakukan jika terjadi kantung nanah.
Ø Cara
Mencegah Penyakit / Kelainan Mata
1.
Jagalah kebesihan mata, sehingga tidak
kemasukan kotoran.
2.
Lindungi mata jika berada di tempat yang
berdebu dan berasap.
3.
Segera tetesi mata dengan obat tetes mata.
Hal ini akan dapat membuat kotoran terdorong keluar.
4.
Makanlah makanan yang mengandung vitamin A.
Vitamin A baik bagi kesehatan mata.
5.
Biasakan membaca buku dengan jarak sekitar 30
cm dan dengan penerangan yang cukup.
6.
Periksakan diri ke dokter mata jika mata anda
mulai tidak mampu melihat dengan baik. Apalagi bila disertai dengan pusing atau
sakit kepala. Jika tidak segera berobat, mata dapat mengalami gangguan yang
lebih parah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar